Empat beasiswa ini adalah beasiswa yang penulis pernah coba, dan gagal. Endeavour (Australia), ANZ (New Zealand) dan Chevening (Inggris), status penulis langsung gagal setelah penulis mengirimkan pendaftaran online, alias dilirik pun tidak 🙂
Untuk beasiswa ALA (Australian Leadership Awards) 2012, penulis memperoleh kesempatan untuk mengikuti wawancara di Jakarta dan menikmati fasilitas menginap di Hotel Sari Pacific selama dua malam dan mengikuti tes wawancara di hotel lainnya, Hotel Mandarin Oriental. Penulis teringat untuk proses wawancara tersebut, penulis membawa dua orang ponakan ke Jakarta untuk liburan dan pada malam kedua mengajak mereka menginap di hotel. Bagi penulis, proses panjang perburuan beasiswa penulis mudah – mudahan juga akan menjadi sebuah motivasi untuk keluarga (terutama ponakan – ponakan) dan siswa- siswi yang penulis kenal untuk senantiasa merasa bersemangat untuk belajar.
Dari proses seleksi ALA, penulis belajar tentang profesi – profesi yang lebih diprioritaskan dan kemudian menjadi motivasi penulis untuk mencoba beasiswa Fulbright. Namun, kegalalan penulis karena kurang menyiapkan dan benar – benar memahami proposal penelitian, masih menjadi kendala ketika penulis mencoba mempertahankan beasiswa Fulbright tahun 2015. Akan tetapi kemudian, penulis memperoleh kesempatan untuk melakukan perbaikan ketika mengikuti seleksi 2 kali beasiswa BPI LPDP, awal dan akhir 2016.
Kesimpulannya, memang semua memerlukan proses panjang (setidaknya bagi penulis pribadi)
Cat: Untuk tahun 2019, penulis belum bisa menemukan informasi tentang ALA, informasi terakhir adalah periode 2017. Sepertinya semua jenis beasiswa pemerintah Australia sekarang tergabung ke dalam AAS (Australia Awards Scholarships).
